Batik vs Sasirangan

734785_10153795978768088_1779831785050577192_n

Hello blog yang sudah debuan 😀
gakpapa yaaa makin tua makin vintage kalau kata anak jaman sekarang *alesan banget.

Terakhir update tentang style yang saya pakai sehari hari, yang mana sudah tidak begitu lagi.. tapi foto tidak akan diturunkan demi autentikasi cerita ini di kemudian hari.

Sebenarnya mau cerita tentang SASIRANGAN yang sering banget saya pakai di acara acara resmi ORIFLAME. Sasirangan ini adalah kain tradisional kalimantan selatan (banjar) tempat saya dilahirkan dan dibesarkan yang diwarnai dengan teknik celup. Sejujurnya saya sendiri belum pernah ngeliat langsung gimana bikinnya, sekarang sudah pindah ke Jakarta baru kemal alias kepo maksimal bikinnya gimana. Baeklah dijadikan wishlist pas pulang nanti yaa..12376730_10153795955438088_5326573786780848228_n

Kain sasirangan ini bisa dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan Banjarmasin ke Martapura, ada yang edisi printing ada yang yang memang handmade, ada yang bahan katun, sutera campuran sampai sutera seutuhnya. harganya mulai 75.000 per 2 meter sampai 1 jutaan tergantung lebar dan bahan itu sendiri.

Kenapa saya sering pakai sasirangan?
Sebenarnya seringnya dresscode Oriflame adalah batik sebagai wujud nasionalisme, tapi kaaan tapi kaaan di Indonesia gak cuma ada batiiikk, sedihlah saya sebagai anak perantauan ini kalau disuruh pakai batik terus. Dan ternyata maksud “batik” disini adalah kain tradisional Indonesia, mungkin biar gampang ya orang bilangnya “batik” aja.

535043_10153795955448088_2692264084665618023_n

Jadi ada banyak cara menunjukkan “nasionalisme” dan “kedaerahan” ke panggung dunia, cara saya adalah dengan mengukir prestasi di ORIFLAME, alhamdulillah setahun bisa sampai 4x leader leader di 66 negara berkumpul.

Dan kalau malam terakhir ada gala dinner atau saat business conference pasti saya akan pakai SASIRANGAN karena saya bangga sebagai urang banjar walaupu sudah 11 tahun terakhir tidak lagi tinggal disana :-)

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah kau kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak kerana diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak kan keruh menggenang

Diwan Imam As Syafii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *