>I’m Back dengan bolu kukus 100

>

Horeeee bisa ngapdet blog lagi..
*melompat lompat, koprol kiri kanan*
duh cipika-cipiki dulu deh sama blog ini :p

well 1 tahun sudah lewat,
sejak saya memutuskan hiatus dari dunia baking dan fokus di sini,
dengan pede juga bikin pengumuman sekaligus berdoa yang alhamdulillah
banyaaakk banget yang meng -amin- kan 😉

makasih buat semuanya yang sudah mendukung saya,
sampai akhirnya bisa kembali lagi ke hobby yang amat sangat saya cintai ini.
jiahaaaaaa ini pidato apa yak..

tapi yang pasti the power of doa,
alhamdulillah doa saya, harapan saya, cita-cita saya dikabulkan oleh Allah..
jadi ingat sebuah kata bijak,
“saat anda gagal membuat rencana, maka sesungguhnya anda sudah merencanakan kegagalan”

jadi, satu step yang saya lakukan tahun lalu adalah
melaksanakan rencana saya dalam bentuk step by step yang gak bisa dibilang mudah juga.
belajar dan terus belajar untuk tidak betah di comfort zone

dannn… inilah saya sekarang..
yang sudah dengan bebas mengkespresikan hobby didapur,
tanpa takut kurang modal :p
tanpa takut rumah berantakan
daaann yang paling penting
tanpa takut pak sandy tercintah mengeluarkan tampang eksotisnya kekeke..

oke-oke kembali ke cerita dapur.
setelah milist NCC saya aktifkan kembali
note : selama 1 tahun saya setting daily digest saja

heboh baca-baca laporan bolu kukus.
ada yang gagal ada yang sukses,
saya sendiri?
pernah bikin sampai 5 kali dan gagal semua :p




kapok?
gak tuuuhh..
yahhhh nangis-nangis bombay dikit lah :p

kemaren pake resep NCC bolu kukus 200, tapi jadi 100 aja..
karena bikinnya cuman 1/2 resep.

Bahan :

100 gr gula pasir

1 btr telur

100 gr tepung terigu

100 ml air soda (misal: Sprite) —> saya pakai susu UHT saja

1 sdt emulsifier (misal: SP)


Cara Membuat :

Taruh semua bahan dalam wadah, kocok dengan hand mixer sekaligus hingga kental.

Ambil sebagian, beri warna sesuai selera.

Tuang kedalam cetakan bolu kukus yang telah dialasi kertas, adonan putih dan adonan warna.

Kukus dalam dandang yang telah beruap banyak selama 20 menit.

Jadinya? alhamdulilllaaah.. so far habis semua!!!

kehidupan..kematian..

inhale.. exhale..
kemaren seharusnya ikutan LC meeting oriflame bersama teman-teman
di Oriflame daan Mogot, tapi rasanya berat hati aja mau pergi..
sudah disuruh inget-inget dede bayi sama Pak Sandy.

tapi ada hikmahnya..
kemaren saya dapat 2 berita duka sekaligus.
pertama dari milist kuliner, bahwa salah satu teman kami
telah berpulang ke rahmatullah setelah operasi caesar 30 Januari kemaren,
kemudian jatuh dari kamar mandi.
note : dengan meninggalkan bayi yang baru berumur 2 hari :(

kedua, dari teman pengajian saya..
ibu muji atau ibu puji, setelah melakukan operasi pada paru 10 harian yang lalu.
Ibu Puji, saya kenal baik..
sebagai bendahara pengajian AL-Huda
sebagai orang yang sederhana, istiqomah tapi pantang menyerah
kalo tidak salah sudah 3-4 kali beliau menjalankan operasi tumor
tapi tidak pernah tampak sakit kalau bertemu.
selalu ternsenyum, bercanda, ikut rebbana, bahkan ke tanah abang buat cariin seragam pengajian.
banyak hal yang ibu puji lakukan..

tidak pernah mengeluh akan sakitnya..
rabu yang lalu (sebelum rabu kemaren) saya sempat menjenguk di Rumah sakit sebelum beliau operasi.
operasi lancar, sudah keluar ICU, sudah ngobrol, sudah makan..
tapii…
hari ini?

ah…
memang benar kata ustadz Faly,
tidak ada yang lebih dekat dengan kita yang HIDUP selain KEMATIAN.
percaya atau nggak.. karena memang hanya Allah yang tau kapan ajal kita tiba.
dengan cara yang bagaimana..
siap atau tidak..

membuat saya mikir..
sudah cukupkah amal saya di dunia untuk akhirat saya?
sudah cukup bermanfaatkan saya untuk orang lain?
sudah maksimalkah apa-apa yang saya lakukan di dunia?
sudah cukupkah usaha saya untuk orang-orang yang saya tinggalkan baik dari segi materi maupun imateri?
berapa banyak kerjaan yang saya tunda karena masih percaya saya belum meninggal dalam waktu dekat?
*huuuhh pede sekali saya sebagai manusia :(*

Rasulullah SAW memberikan untuk kita agar selalu pergunakan secara baik lima perkara yang di berikan Allah sebelum datang lima perkara lainnya sebagai penghalang.

  1. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
  2. Pergunakan kayamu sebelum datang miskinmu.
  3. Pergunakan sehatmu sebelum datang sakitmu.
  4. Pergunakan senggangmu sebelum datang masa sempit.
  5. Pergunakan hidupmu sebelum datang ajalmu.

Nah, biasakan jangan menunda-nunda pekerjaan,
bekerja dunia untuk akhirat, karena bekerja juga ibadah..
luangkan waktu untuk akhirat juga selain yang wajib ya 😉

*Kembali melihat to do list kerjaan di http://www.dbc.padupadan.net
dan berusaha tidak menundanya, karena disitu banyaaakkk sekali amanah saya*

dan berdoa mudah-mudahan saat ajal saya tiba,
dan dihisab tentang waktu saya didunia, saya bisa menjawab bahwa saya menggunakannya dengan maksimal,
dan orang-orang yang saya tinggalkan pun ridha dengan saya
karena mereka tau saya selalu mengusahakan yang terbaik untuk mereka, amin.

*inget Mama dikampung, belum naik haji, inget program http://www.mukenakita.org/ yang belum maximal*